HIKMAH DAN PELAJARAN DARI MIGRASI BURUNG ANGSA


Sebagai makhluk yang diciptakan untuk melakukan penerbangan berat, bebek (burung) juga dikaruniai kemampuan untuk memanfaatkan angin guna membantu mereka terbang. Misalnya, burung bangau dapat terbang hingga ketinggian 2.000 m dengan mengikuti arus udara panas, lalu meluncur dengan cepat menuju arus udara panas berikutnya tanpa harus mengepakkan sayap.

Teknik terbang lain yang biasa dilakukan sekelompok burung adalah formasi “V”. Pada teknik ini, burung yang besar dan kuat berada paling depan sebagai perisai melawan arus udara dan membuka jalan bagi burung lain yang lebih lemah. Dietrich Hummel, seorang insinyur penerbangan, telah membuktikan bahwa dengan pengaturan seperti ini, secara umum kelompok tersebut dapat menghemat energi hingga 23%.

Banyak sekali pelajaran / hikmah yang bisa kita dapatkan dari kisah perjalanan migrasi burung…

 

Pelajaran Pertama

 

Fakta:

Saat setiap burung mengepakkan sayapnya, hal itu memberikan “daya dukung” bagi burung yang terbang tepat di belakangnya. Ini terjadi karena burung yang terbang di belakang tidak perlu bersusah-payah untuk menembus dinding udara’ di depannya. Dengan terbang dalam formasi “V”, seluruh kawanan dapat menempuh jarak terbang 71% lebih jauh daripada kalau setiap burung terbang sendirian.

Hikmah:

Orang-orang yang bergerak dalam arah dan tujuan yang sama serta saling membagi dalam komunitas mereka, dapat mencapai tujuan mereka dengan lebih cepat dan lebih mudah. Ini terjadi karena mereka menjalaninya dengan saling mendorong dan mendukung satu dengan yang lain.

 

Pelajaran Kedua

 

Fakta:

Kalau seekor angsa terbang keluar dari formasi rombongan, ia akan merasa berat dan sulit untuk terbang sendirian. Dengan cepat ia akan kembali ke dalam formasi untuk mengambil keuntungan dari daya dukung yang diberikan burung di depannya.

 

Hikmah:

Kalau kita memiliki cukup logika umum seperti seekor angsa, kita akan tinggal dalam formasi dengan mereka yang berjalan di depan. Kita akan mau menerima bantuan dan memberikan bantuan kepada yang lainnya. Lebih sulit untuk melakukan sesuatu seorang diri daripada melakukannya bersama-sama

 

Pelajaran Ketiga

 

Fakta:

Ketika angsa pemimpin yang terbang di depan menjadi lelah, ia terbang memutar ke belakang formasi, dan angsa lain akan terbang menggantikan posisinya.

 

Hikmah:

Adalah masuk akal untuk melakukan tugas-tugas yang sulit dan penuh tuntutan secara bergantian dan memimpin secara bersama. Seperti halnya angsa, manusia saling bergantung satu dengan lainnya dalam hal kemampuan, kapasitas dan memiliki keunikan dalam karunia, talenta atau sumber daya lainnya.

 

Pelajaran Keempat

 

Fakta:

Angsa-angsa yang terbang dalam formasi ini mengeluarkan suara riuh rendah dari belakang untuk memberikan semangat kepada angsa yang terbang di depan sehingga kecepatan terbang dapat dijaga.

 

Hikmah:

Kita harus memastikan bahwa suara kita akan memberikan kekuatan. Dalam kelompok yang saling menguatkan, hasil yang dicapai menjadi lebih besar. Kekuatan yang mendukung (berdiri dalam satu hati atau nilai-nilai utama dan saling menguatkan) adalah kualitas suara yang kita cari. Kita harus memastikan bahwa suara kita akan menguatkan dan bukan melemahkan.

 

Pelajaran Kelima

 

Fakta:

Ketika seekor angsa menjadi sakit, terluka, atau ditembak jatuh, dua angsa lain akan ikut keluar dari formasi bersama angsa tersebut dan mengikutinya terbang turun untuk membantu dan melindungi. Mereka tinggal dengan angsa yang jatuh itu sampai ia mati atau dapat terbang lagi. Setelah itu mereka akan terbang dengan kekuatan mereka sendiri atau dengan membentuk formasilain untuk mengejar rombongan mereka.

Hikmah:

Kalau kita punya perasaan, setidaknya seperti seekor angsa, kita akan tinggal bersama sahabat dan sesama kita dalam saat-saat sulit mereka, sama seperti ketika segalanya baik.

Di dalam Al Quran, Allah berfirman agar kita memperhatikan burung, seperti dalam ayat, “Dan apakah mereka tidak memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pemurah. Sesungguhnya Dia Maha Melihat segala sesuatu.

(Surat al-Mulk: 19).

Subhanallah.. begitu banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari peristiwa migrasi burung ya.. berbagai alasan yang menyebabkan sekelompok burung bermigrasi, dan semua alasan tersebut tujuannya sangat penting yaitu berusaha untuk bertahan hidup dan memperoleh kehidupan yang lebih baik.

Migrasi membutuhkan keahlian khusus seperti penentuan arah, cadangan makanan, dan kemampuan untuk terbang dalam jangka waktu yang lama. Burung telah melakukan persiapan yang baik, seperti menyiapkan persediaan makanan dalam bentuk lemak di tubuh, aturan dalam kelompok mereka. Meskipun jarak tempuhnya sangat jauh, mereka tetap optimis dan menjaga semangat tetap terbang dalam kelompok demi mencapai tujuan yang lebih baik dibandingkan tempat mereka tinggal selama ini. Mereka pun saling menyemangati satu sama lain dan saling menguatkan.

Burung telah menentukan tujuan dan mempersiapkan diri untuk mencapainya, pelajaran yang luar biasa tentang pentingnya tujuan dan bekal persiapan. Lalu, dalam perjalanan tersebut begitu banyak tantangan dan hambatan yang harus dihadapi, beberapa tantangan bahkan begitu beratnya hingga ada yang tidak bisa melanjutkan perjalanan ke tujuan.

Apabila saat ini kita sedang berjuang untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik, apakah kita sudah menentukan tujuan lalu apakah sudah mempersiapkan knowledge dan skill agar diperjalanan kita dapat mengantisipasi dan melewatii berbagai rintangan dan tantangan bersama-sama, saling menolong dan menyemangati satu sama lain ? dan apakah kita sudah berkomitmen untuk selalu fokus dan optimis dalam mencapai tujuan mulia yang kita miliki ?

Dalam perjalanan menuju tujuan mgkn akan menemukan hambatan, tetap berjuang dan ikuti pemimpin, tetap saling menjaga teman2 di grup, fokus pada tujuan.. dengan begitu kita akan menjadi kuat dan sampai ke tujuan.
 

Adnein (iney).
sumber:adnein.com

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s